
JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos), bantuan logistik disalurkan kepada warga terdampak banjir di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, pada Kamis (2/4) pagi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air di Desa Carangrejo kini berangsur surut. Rumah-rumah warga yang sebelumnya terendam mulai kering seiring dengan redanya intensitas hujan dalam dua hari terakhir.

Kepala Desa Carangrejo, Supriaji, MT, mengonfirmasi bahwa saat ini air hanya tersisa di titik-titik jalan dengan kontur tanah yang rendah.
"Alhamdulillah, kondisi banjir di Carangrejo sudah surut. Hari ini tinggal beberapa titik di jalan desa yang posisinya agak rendah," ungkapnya.
Menindaklanjuti arahan Bupati Jombang, BPBD dan Dinas Sosial langsung menyerahkan bantuan kebutuhan dasar. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, S.STP., M.Si., hadir langsung di lokasi didampingi Kepala Dinas Sosial, Agung Hariadi, S.T., M.M.
Adapun rincian bantuan yang diserahkan meliputi:
Dari BPBD Jombang: 35 karton lauk-pauk dan 25 karton tambahan gizi.
Dari Dinas Sosial Jombang: 35 paket beras premium (5 kg), 40 paket gula pasir (1 kg), 25 paket minyak goreng, dan 10 dus mi instan.
"Seluruh bantuan ini kami serahkan secara langsung kepada Kepala Desa Carangrejo untuk segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan," jelas Agung Hariadi.
Usai dari Kesamben, tim BPBD melanjutkan peninjauan ke Dusun Pojok, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan. Di lokasi tersebut, sedang dilakukan perbaikan darurat pada akses jalan yang longsor akibat terjangan banjir.

Wiku Birawa menjelaskan bahwa proses perbaikan dilakukan secara swadaya dan gotong royong bersama masyarakat.
"Saat ini proses memasuki tahap pemasangan anyaman bambu sebagai pondasi awal, sebelum nantinya dilakukan pengisian material pasir menggunakan karung (sandbag)," jelas Wiku.

Pemerintah Kabupaten Jombang mengapresiasi sinergi antara petugas dan masyarakat dalam menghadapi bencana ini. Wiku menegaskan bahwa pemulihan akses jalan menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu.
"Ke depan, kami akan melakukan kajian teknis lebih mendalam untuk mencari solusi permanen guna mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah-wilayah rawan," pungkasnya.