Profil Wisata

Kabupaten Jombang memiliki karakter pariwisata yang beragam. Di bagian selatan, kawasan Wonosalam dan lereng Anjasmoro dikenal sebagai ruang wisata alam, agrowisata, edukasi, dan kegiatan desa. Di sisi lain, Jombang juga kuat dengan wisata religi dan sejarah karena memiliki pesantren besar, makam tokoh nasional, museum, serta peninggalan budaya masa klasik.

Keragaman ini membuat pariwisata Jombang cocok dikembangkan sebagai perjalanan tematik: menikmati alam, menelusuri sejarah, belajar dari pusat pendidikan Islam, sampai merasakan hasil bumi dan tradisi masyarakat. Berikut gambaran destinasi yang dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal wajah wisata Kabupaten Jombang.

Wonosalam dan Pegunungan Anjasmoro

Lokasi
Alamat: Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Koordinat: -7.70605, 112.36474
Lihat di Google Maps

Wonosalam merupakan kawasan pegunungan di kaki Anjasmoro yang menjadi salah satu ikon wisata alam Jombang. Lanskapnya dikenal hijau, berhawa lebih sejuk, dan dekat dengan aktivitas perkebunan masyarakat seperti durian, kopi, porang, dan susu sapi perah.

Kawasan ini cocok untuk wisata keluarga, perjalanan komunitas, kegiatan edukasi, serta agenda luar ruang. Daya tariknya tidak hanya berada pada pemandangan alam, tetapi juga pada suasana desa, hasil bumi, kuliner lokal, dan agenda tahunan yang memperkenalkan potensi Wonosalam secara lebih luas.

Pemandangan Wonosalam.
Pemandangan Wonosalam.

Air Terjun Tretes

Lokasi
Alamat: Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.77530, 112.40046
Lihat di Google Maps

Air Terjun Tretes dikenal sebagai destinasi alam di kawasan selatan Jombang yang menawarkan pengalaman perjalanan menuju air terjun dengan nuansa hutan dan pegunungan. Destinasi ini kerap disebut sebagai salah satu objek wisata alam yang memperkaya pilihan perjalanan di Jombang.

Karakter Air Terjun Tretes lebih dekat dengan wisata petualangan ringan. Pengunjung dapat menikmati suasana alam yang masih kuat, aliran air, dan lanskap pegunungan yang memberi jeda dari suasana perkotaan.

Kedung Cinet

Lokasi
Alamat: Pojok Klitih, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.42090, 112.22890
Lihat di Google Maps

Kedung Cinet dikenal sebagai wisata alam dengan aliran sungai dan bentang batuan yang khas. Tempat ini sering diperbincangkan sebagai salah satu sudut alam Jombang yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang menyukai lanskap sungai dan suasana alami.

Daya tarik Kedung Cinet berada pada karakter visualnya: air, bebatuan, dan lingkungan pedesaan yang menghadirkan pengalaman berbeda dari wisata kota. Dengan pengelolaan yang baik, destinasi seperti ini dapat menjadi bagian penting dari wisata alam berbasis pelestarian lingkungan.

Sumber Boto dan Sendang Made

Lokasi
Alamat: Wana Wisata Sumberboto, Jalan Wanara, Tempuran, Dusun Sedah, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.63278, 112.33583
Lihat di Google Maps
Lokasi
Alamat: Situs Sendang Made, Dukuh Made, Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.40306, 112.31250
Lihat di Google Maps

Sumber Boto dan Sendang Made memperlihatkan sisi wisata Jombang yang lekat dengan sumber air, ruang terbuka, dan cerita lokal. Keduanya sering disebut dalam daftar objek wisata daerah sebagai bagian dari ragam destinasi alam dan budaya.

Destinasi berbasis sumber air seperti ini memiliki potensi sebagai ruang rekreasi yang teduh, dekat dengan masyarakat, dan dapat dipadukan dengan edukasi lingkungan. Kehadirannya memperluas pilihan wisata selain pegunungan dan air terjun.

Kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur

Lokasi
Alamat: Kompleks Pesantren Tebuireng, Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.60720, 112.23800
Lihat di Google Maps

Kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, menjadi salah satu tujuan ziarah paling dikenal di Jombang. Tempat ini berkaitan erat dengan KH. Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 Republik Indonesia, serta lingkungan pesantren Tebuireng yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia.

Kunjungan ke kawasan ini tidak hanya bernuansa ziarah, tetapi juga pendidikan sejarah, kebangsaan, dan keislaman. Karena itu, Makam Gus Dur menjadi simpul penting wisata religi Jombang yang menarik peziarah dari berbagai daerah.

Makam Presiden Gus Dur
Makam Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid.

Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari

Lokasi
Alamat: Tebuireng Gang 4, Kwaron, Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.60864, 112.23461
Lihat di Google Maps

Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari berada di kawasan wisata religi Makam Gus Dur, Desa Cukir, Kecamatan Diwek. Museum ini menyimpan koleksi dan informasi mengenai perkembangan Islam di Indonesia, sehingga menjadi pelengkap penting bagi wisatawan yang ingin memahami konteks sejarah dan pendidikan Islam.

Sebagai destinasi edukatif, museum ini memperluas pengalaman pengunjung dari ziarah menuju pembelajaran. Pengunjung dapat melihat bagaimana Jombang menjadi bagian dari jaringan sejarah keagamaan, pendidikan, dan kebangsaan.

Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari
Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari.

Makam KH. Wahab Hasbullah

Lokasi
Alamat: Tambakberas, Gang IV, RT.03/RW.05, Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.51691, 112.23842
Lihat di Google Maps

Makam KH. Wahab Hasbullah menjadi bagian dari lanskap wisata religi Jombang yang berkaitan dengan tokoh besar Nahdlatul Ulama dan sejarah pesantren. Destinasi ini penting karena menghadirkan ruang ziarah sekaligus pengingat kontribusi ulama Jombang dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan.

Dalam pengembangan wisata religi, makam tokoh seperti KH. Wahab Hasbullah dapat dihubungkan dengan narasi pendidikan, sanad keilmuan, dan peran pesantren. Hal ini membuat wisata religi Jombang memiliki kedalaman cerita, bukan sekadar titik kunjungan.

Makam Sayyid Sulaiman

Lokasi
Alamat: Dusun Rejoslamet, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.56220, 112.34813
Lihat di Google Maps

Makam Sayyid Sulaiman di wilayah Mojoagung masuk dalam rute wisata religi yang dipromosikan melalui program interkoneksi wisata religi Kabupaten Jombang. Destinasi ini memperlihatkan bahwa potensi wisata religi Jombang tersebar di beberapa kecamatan, tidak hanya terpusat pada satu kawasan.

Dengan konsep interkoneksi, wisatawan dapat mengenal beberapa simpul ziarah dalam satu perjalanan. Model ini membantu memperpanjang lama kunjungan sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi wilayah yang dilalui.

Candi Rimbi

Lokasi
Alamat: Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.67384, 112.34320
Lihat di Google Maps

Candi Rimbi, berada di Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng. Candi ini merupakan peninggalan masa klasik yang memperlihatkan jejak sejarah dan budaya Jawa Timur di wilayah Jombang.

Destinasi ini memberi ruang bagi wisata sejarah, edukasi, dan fotografi budaya. Letaknya yang tidak jauh dari kawasan selatan Jombang membuat Candi Rimbi dapat dipadukan dengan perjalanan menuju Wonosalam dan destinasi alam sekitarnya.

Pemandangan Candi Rimbi
Candi Rimbi.

Goa Sigolo-golo dan Goa Sriti

Lokasi
Alamat: Goa Sigolo-golo, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.67410, 112.40997
Lihat di Google Maps
Lokasi
Alamat: Goa Sriti, Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.66222, 112.40726
Lihat di Google Maps

Goa Sigolo-golo dan Goa Sriti termasuk dalam daftar objek wisata yang kerap dikaitkan dengan ragam wisata alam dan sejarah Jombang. Keduanya mewakili jenis destinasi minat khusus yang menggabungkan rasa ingin tahu terhadap lanskap alam, cerita lokal, dan pengalaman eksplorasi.

Wisata goa membutuhkan pengelolaan yang memperhatikan keselamatan, akses, dan konservasi. Jika ditata dengan baik, destinasi seperti ini dapat menjadi alternatif wisata edukatif bagi pengunjung yang ingin mengenal sisi geologi dan cerita lokal Jombang.

Klenteng Hong San Kiong Gudo

Lokasi
Alamat: Jalan Raya Gudo-Blimbing Nomor 156, Bumi Arjo, Gudo, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.62756, 112.19108
Lihat di Google Maps

Klenteng Hong San Kiong di Gudo merupakan bagian dari jejak perkembangan komunitas Tionghoa di Jombang. Keberadaan tempat ini memperlihatkan keragaman budaya dan sejarah sosial yang ikut membentuk identitas daerah.

Sebagai destinasi budaya, klenteng dapat memperkaya narasi pariwisata Jombang tentang toleransi, akulturasi, dan kehidupan masyarakat yang beragam. Nilai tersebut penting untuk ditampilkan berdampingan dengan wisata religi, sejarah, dan alam.

Klenteng Hong San Kiong Gudo.
Klenteng Hong San Kiong Gudo.

KenDuren Wonosalam

Lokasi
Alamat: Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Koordinat: -7.70833, 112.36712
Lihat di Google Maps

KenDuren Wonosalam merupakan festival tahunan yang mengangkat durian sebagai komoditas unggulan sekaligus identitas agrowisata Jombang. Agenda ini menjadi ruang syukur hasil bumi, promosi pariwisata, pertunjukan budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Festival seperti KenDuren memberi alasan kuat bagi wisatawan untuk datang pada waktu tertentu. Selain menikmati durian lokal, pengunjung juga dapat mengenal desa-desa di Wonosalam, kesenian masyarakat, dan produk unggulan kawasan pegunungan.

Kampoeng Djawi dan Wisata Edukasi Wonosalam

Lokasi
Alamat: Jalan Raya Gondang, Dusun Gondang, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.70071, 112.39006
Lihat di Google Maps

Wonosalam juga berkembang sebagai kawasan wisata edukasi melalui berbagai tempat pelatihan, kegiatan luar ruang, dan penginapan bertema alam. Kampoeng Djawi menjadi salah satu nama yang kerap dikaitkan dengan wisata edukatif di wilayah ini.

Daya tarik wisata edukasi berada pada pengalaman tinggal, belajar, dan beraktivitas di lingkungan desa pegunungan. Segmen ini potensial untuk sekolah, komunitas, instansi, dan keluarga yang mencari kegiatan rekreatif sekaligus membangun kebersamaan.

Taman Keanekaragaman Hayati Wonosalam

Lokasi
Alamat: Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Koordinat: -7.67309, 112.38867
Lihat di Google Maps

Taman Keanekaragaman Hayati Wonosalam menawarkan wisata yang dekat dengan konservasi, edukasi lingkungan, dan pengenalan kekayaan hayati lokal. Kawasan ini memiliki fasilitas seperti area berkemah, gazebo, mushola, kamar mandi, parkir, dan titik swafoto.

Kehadiran Taman Kehati memperkuat posisi Wonosalam sebagai kawasan wisata yang tidak hanya bertumpu pada pemandangan, tetapi juga pembelajaran tentang alam. Destinasi ini relevan untuk kegiatan sekolah, komunitas pecinta alam, dan wisata keluarga.