JOMBANGKAB – Bupati Jombang, Warsubi S.H., M.Si., menyambut langsung kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Jombang, Minggu (10/05/2026) pagi, dalam agenda ziarah dan Haul ke-55 Al Maghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jawa Timur.

 

Wapres Gibran Rakabuming memulai kunjungannya dengan berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Almaghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah, sebelum menghadiri Peringatan Haul ke-55  di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. 
 

Kehadiran Wapres menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa ulama sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan kalangan pesantren, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. 
 

Setibanya di area makam, Wapres disambut oleh keluarga K.H. Abdul Wahab Chasbullah atau yang akrab dikenal sebagai Mbah Wahab, di antaranya K.H. Hasib Wahab, K.H. Cholid Mas'ud, H. Romahurmuziy serta H. Syaifuddin.
 

Wapres kemudian memanjatkan doa untuk mengenang perjuangan dan pengabdian Kiai Wahab bagi umat, bangsa, dan negara, serta melakukan tabur bunga di pusara. Suasana khidmat mewarnai prosesi ziarah yang diikuti para ulama, pengurus pondok pesantren, serta tokoh daerah yang hadir.
 

Sebagai informasi, Mbah Wahab dikenal sebagai salah satu ulama pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh yang aktif memperjuangkan persatuan umat dan kemerdekaan bangsa. Semasa hidupnya, almarhum juga berperan besar dalam pembinaan generasi muda melalui pendidikan pesantren yang menanamkan nilai-nilai keislaman moderat dan cinta tanah air.
 

Mbah Wahab lahir di Jombang pada 31 Maret 1888. Ia adalah putra dari pasangan K.H. Hasbullah Said, Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur dengan Nyai Latifah. Mbah Wahab memiliki garis keturunan kepada Raja Brawijaya IV dan Brawijaya V pada jalur yang lain.
 

Pada tahun 1934 Mbah Wahab menulis lagu Syubbanul Wathan (Ya Lal Wathon) yang menekankan cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Hingga kini, lagu penggelora semangat kebangsaan tersebut banyak dinyanyikan khususnya di kalangan warga Nahdliyyin.

 

Mbah Wahab wafat di Jombang pada usia 83 tahun atau tepatnya pada 29 Desember 1971. Pada 7 November 2014, Mbah Wahab bersama dengan Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo, dan H.R. Muhammad Mangundiprojo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.
 

Diterima di Ndalem Kesepuhan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Bupati Jombang Warsubi tampak turut mendampingi Wapres yang tengah berbincang akrab dengan keluarga besar Al Maghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah di antaranya Hj. Mahfudloh Wahab, Hj. Hizbiyah Wahab, Hj. Munjidah Wahab, KH. Abdurrozak Sholeh.

Hj. Mahfudloh Wahab menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Wapres di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Menurutnya, kehadiran Wapres menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pesantren dan para ulama.
 

“Kami keluarga menyampaikan terima kasih atas berkenannya Pak Wapres datang. Kami mendukung Pak Prabowo dan Pak Gibran dan mengharapkan kerja sama yang serasi dan baik antara Pak Prabowo dengan Pak Gibran,” ujarnya.
 

Ia juga menyampaikan harapannya agar kiprah Wapres sebagai representasi generasi muda dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya kalangan muda.
 

“Saya senang Pak Wapres merupakan generasi muda, jadi kiprahnya harus dirasakan oleh generasi muda,” lanjutnya.
 

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Wapres mengaku senang dapat hadir secara langsung di tengah keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum dalam momentum haul Mbah Wahab.
 

Turut juga mendampingi Wapres dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dan Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar.
 

Dalam puncak acara haul tampak hadir di barisan depan undangan seperti Pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Pengasuh Ponpes Raudhotu Tahfidzil Qur'an Perak, Jombang, KH Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz, dan penceramah KH Ahmad Muwafiq.
 

Dalam sambutannya, Wapres Gibran mengajak seluruh santri meneladani perjuangan K.H. Abdul Wahab Chasbullah sebagai tokoh pemersatu bangsa, pencinta tanah air, dan pelopor kemajuan umat
 

“Indonesia membutuhkan generasi muda dan santri yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan mampu beradaptasi,” ujar Wapres.
 

Menurut Wapres, tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim harus dijawab dengan kesiapan generasi muda pesantren yang terbuka terhadap perkembangan zaman.
 

"Saya dengar, selain jurusan agama islam, ada juga jurusan pertanian, ada jurusan ekonomi, pendidikan, dan juga tekhnologi informasi. Saya kira ini salah satu cerminan bahwa kampus-kampus, terutama yang ada di Tambakberas ini benar-benar mengikuti perkembangan zaman. Jurusan pertanian, ya ini sejalan juga dengan program prioritas dari Bapak Presiden, yaitu swasembada pangan," paparnya.
 

Wapres RI juga menitipkan pesan kepada Gubernur, Bupati, para Kyai dan santri agar turut mengawal program-program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih, dan program-program lainnya.

 

"Kita doakan semoga program prioritas dari Bapak Presiden bisa berjalan dengan baik, terutama di Jawa Timur ini," pungkasnya.
 

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga berdialog langsung dengan para santri. Dua santri yang berhasil menjawab pertanyaan mengenai kebanggaan menjadi santri mendapatkan hadiah sepeda dari Wapres.

Jawaban para santri terkait pentingnya akhlak, ilmu, serta pengabdian kepada masyarakat pun mendapat apresiasi dan sambutan meriah dari para peserta haul yang hadir.