
JOMBANGKAB – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berkomitmen menciptakan lingkungan perkotaan yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Satpol PP Kabupaten Jombang menggelar aksi simpatik melalui program "Kring Pagi" yang menyasar area-area vital di pusat kota, Selasa (31/03) pagi.
Fokus utama dalam giat kali ini adalah penataan parkir siswa yang ada di seputaran Alun-alun Jombang, khususnya bagi pelajar SMKN 2, SMAN 1, dan SMPN 2. Langkah ini diambil guna mengembalikan fungsi Alun-alun sebagai ruang publik yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum tanpa terkendala kepadatan kendaraan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jombang, Samsudi, S.H., M.Si didampingi oleh Miftahul Ulum, S.T., M.Si Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pengelola Aset Alun Alun Jombang menjelaskan bahwa penertiban ini telah didahului dengan koordinasi yang intensif antara petugas dan pihak sekolah. Ia memahami bahwa pada hari-hari tertentu, seperti hari Senin, kebutuhan lahan parkir sekolah meningkat drastis.

"Kami sudah turun langsung memberikan imbauan ke sekolah-sekolah di kawasan Alun-alun. Seperti di SMKN 2, kami memaklumi jika hari Senin halaman sekolah digunakan untuk upacara atau apel, sehingga kapasitas parkir tidak mencukupi," terang Samsudi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak sekadar melarang, namun telah duduk bersama pihak sekolah untuk mencari jalan keluar. "Sosialisasi dan rapat koordinasi sudah kami laksanakan. Saat ini tinggal aplikasi di lapangan dan akan terus kami lakukan evaluasi bersama agar kebijakan ini berjalan baik bagi semua pihak," tambahnya.
Samsudi, juga menegaskan bagi sekolah yang memiliki keterbatasan lahan parkir, pemerintah telah menginisiasi kerja sama dengan pihak eksternal. "Kami ingin para pelajar merasa aman saat menuntut ilmu. Oleh karena itu, bagi sekolah yang lahan parkirnya terbatas, kami arahkan untuk bekerja sama dengan Takmir Masjid Baitul Mukminin, untuk dapat parkir di Islamic Center. Di sana parkir lebih terjamin keamanannya, tertata, dan yang terpenting motor siswa tidak kehujanan," ujarnya

Selain penataan parkir, langkah ini juga bertujuan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi perilaku bolos sekolah, sehingga memastikan para pelajar tetap berada di lingkungan pendidikan selama jam pelajaran berlangsung.
Patroli kemudian dilanjutkan ke beberapa titik simpul kemacetan dan gangguan ketertiban. Di pertigaan PG Jombang Baru, petugas memberikan sosialisasi kepada para pengamen agar aktivitas mereka tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pendekatan serupa juga dilakukan di perempatan Sambong terhadap kelompok anak punk. Petugas memberikan pembinaan agar mereka mendapatkan arahan positif.
Upaya penertiban dan patroli di Jalur T ini diharapkan membawa dampak positif yang nyata bagi warga Jombang. Selain akan terwujud estetika kota, Alun-alun Jombang terlihat lebih rapi dan representatif sebagai ikon kota.
Sedangkan untuk kelancaran Lalu Lintas, akan terjadi pengurangan kepadatan parkir di bahu jalan membuat arus lalu lintas di pusat kota lebih lancar. Tidak hanya itu, dalam hal keamanan lingkungan, pembinaan di persimpangan jalan akan meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Ketertiban adalah modal utama kenyamanan warga, untuk itu mohon dukungan seluruh masyarakat. Dengan tata ruang yang rapi dan sosial masyarakat yang terjaga, kita semua dapat beraktivitas dengan lebih tenang dan produktif, " pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, dan pengelola tempat ibadah, diharapkan wajah Kota Jombang semakin tertata dan ramah bagi semua kalangan.