
JOMBANGKAB — Semangat gotong royong atau guyub saklawase benar-benar dibuktikan oleh warga Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Merespon rusaknya tanggul sungai akibat cuaca ekstrem, masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar aksi kerja bakti massal untuk melakukan penanganan darurat, Rabu (1/4) pagi hingga selesai.
Hujan deras dengan intensitas tinggi dalam sepekan terakhir memicu peningkatan debit air sungai secara drastis. Kondisi ini menyebabkan erosi parah pada tanggul yang mulai mengancam keselamatan permukiman warga. Tak ingin tinggal diam, puluhan warga bahu-membahu bergotong royong bersama petugas teknis di lapangan untuk membendung potensi bencana yang lebih besar.
Kegiatan difokuskan pada pemasangan penyangga tanggul, penguatan struktur tanah, pembersihan material longsoran, serta penataan aliran sungai guna mengurangi tekanan debit air. Proses penanganan dilakukan secara terpadu dengan pembagian tugas yang jelas antara masyarakat dan petugas di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, S.STP., M.Si., yang juga turun langsung bersama tim dilokasi, menegaskan bahwa kecepatan respons ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jombang Warsubi.
"Kerja bakti ini adalah wujud nyata instruksi Abah Bupati agar seluruh unsur pemerintah bergerak cepat, responsif, dan hadir di tengah masyarakat saat terjadi kendala alam. Sinergi antara warga yang tanggap dan pemerintah yang siap sedia adalah kunci mitigasi bencana yang paling ampuh," tegas Wiku.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, kerusakan tanggul terjadi pada beberapa titik dengan tingkat erosi yang bervariasi. Penanganan darurat dilakukan sebagai upaya mitigasi awal, sembari menunggu langkah penanganan lanjutan yang lebih permanen dari Pemerintah Kabupaten Jombang.
Aksi kolaboratif ini tidak hanya berhasil menstabilkan kondisi fisik tanggul untuk sementara waktu, tetapi juga membangkitkan rasa aman di tengah masyarakat.
Kehadiran Pemerintah di lapangan memberikan ketenangan bagi warga Desa Pojokklitih yang sebelumnya khawatir akan banjir susulan.
Langkah mitigasi ini mencerminkan tingginya kesiapsiagaan Jombang dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Dengan kembalinya fungsi tanggul, tekanan debit air diharapkan dapat terbagi dengan baik, sehingga risiko luapan ke area persawahan maupun rumah warga dapat diminimalisir secara signifikan.