Rawan Longsor

  • Bagian Humas
  • Kamis, 03 Januari 2008

Rawan Longsor
Hari ini tim ahli geologi Universitas Brawijaya didatangkan oleh Pemerintah Kab. Jombang dilokasi desa Jarak Kecamatan Wonosalam untuk melihat dan meneliti kondisi retakan yang terjadi dirumah penduduk dan jalan.
Akibat hujan deras 26 Desember lalu, desa ini mengalami retakan dibeberapa rumah penduduk dan akses jalan Kabupaten yang menghubungkan desa Jarak ke Wonomerto ambles. Hingga kemarin penurunan sudah mencapai 60 cm dan sebelumnya masih 30 cm.
Penduduk desa Jarak yang jumlahnya 39 KK dari 168 jiwa didesa ini, rumahnya rawan longsor. Beberapa rumah sudah mengalami retakan dan akses jalan Jarak Wonomerto sepanjang 27 meter ambles sekitar 60 cm demikian keterangan camat Wonosalam Basori kholiq
“Tim Ahli Geologi dari Universitas Brawijaya, kita datangkan ke desa Jarak Wonosalam untuk melihat dan meneliti kondisi yang terjadi. Dan nanti setelah diketahui hasil daripada sesungguhnya persoalan yang terjadi, hasil tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Jombang untuk mengambil langkah yang paling pas untuk masyarakat sekitar. Apakah nantinya warga perlu dievakuasi ataukah direlokasi alasannya akan jelas”, kata Drs. H. Ali Fikri Wakil Bupati Jombang saat melihat lokasi retakan dan jalan Kabupaten di Jarak Wonosalam yang ambles tersebut pada Rabu 2 Januari 2008.
Menurut keterangan warga sekitar, retakan yang terjadi di desa Jarak kali ini sudah pernah dialami ditahun-tahun sebelumnya. Yaitu tepatnya pada tahun 1947, tahun 1973 dan 2007. Menurut mereka retak kali ini adalah termasuk yang paling parah. Karena lantai didalam rumah beberapa warga juga teras depan dan jalan retak.
Kepada para Camat dan Kepala Desa, Drs. H. Ali Fikri Wakil Bupati Jombang meminta untuk melarang warganya yang nekat tetap tinggal dirumah saat hujan deras. “Dalam kondisi cuaca yang masih seperti ini ,saya sudah minta Camat dan Kepala Desa untuk meminta warganya mengungsi, kita tampung ditempat lain, kalau dibutuhkan bantuan Pemda, seperti tenda, kita siap bantu, tandas Ali Fikri. Menurutnya yang paling penting kita hindarkan lebih dulu manusia dan barang-barang berharga dari musibah yang dimungkinkan terjadi.
Jombang, 2 Januari 2007
BAGIAN HUMAS