Perangi Rokok Illegal, Pemkab Jombang Gencar Gelar Sosialisasi Ke Masyarakat

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Selasa, 07 Nopember 2017

Tak bisa dipungkiri, keterlibatan aktif masyarakat dalam memberantas peredaran rokok illegal diyakini dapat membantu kota santri dari peredaran rokok illegal. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Dinas Komunikasi Dan Informasi (Diskominfo) gencar dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang peredaran rokok tak bercukai yang merugikan negara tersebut.

Hal itu seperti pada Selasa (7/11/17) di Balai Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam. Sosialisasi kali ini menghadirkan narasumber dari Pemkab Jombang dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan  Bea Cukai (KPPBC) Tingkat Madya Kediri.

Hadir pada sosialisasi ini adalah Camat Wonosalam dan Danramil, Kepala Desa se Kecamatan Wonosalam, PKK, BPD, LPMD, Fatayat, Muslimat, Aisyayah, RT dan RW. Tidak hanya itu Penjual rokok eceran pun juga dihadirkan. 

“Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk mengajak masyarakat aktif dan menjadi bagian penting dalam pemberantasan peredaran rokok illegal,”Ujar Drs.Purwanto MKP Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesra Pemkab Jombang dihadapan para peserta sosialisasi.

Purwanto memaparkan pemberantasan rokok illegal menjadi bagian dari peruntukan Dana Bagi Hasil Cukai (DBHCHT) yang dikucurkan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah penghasil tembakau.

Ketentuan tersebut, tambah Purwanto sebagaimana tertera dalam peraturan Menteri Keuangan nomor 84/PMK.07/2008 yang telah direvisi melalui PMK no. 20/PMK.07/2009 tentang Penggunaan DBHCHT dan Sanksi atas penyalahgunaan DBHCHT.

“Harapan kita dari sosialisasi ini, kedepan ada partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah dan menghambat peredaran rokok illegal, sehingga dana hasil cukainya dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan masyarakat,"tandas Purwanto.

Narasumber yang lain adalah Adiek Marga R, Kepala seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, KPPBC Kediri yang memberikan materi tentang pentingnya peran masyarakat dalam memerangi peredaran rokok ilegal di Jombang.

Pada paparanya Adiek menjelaskan bentuk dan ciri rokok ilegal. Dikatakannya, rokok illegal memiliki ciri yang bisa langsung dikenali masyarakat. Salah satunya, rokok yang dijual atau diedarkan tanpa dilengkapi dengan pita cukai .

"Ada beberapa ciri, diantaranya kemasan tidak sesuai dan tidak dilekati dengan pita cukai. Atau juga bisa dilihat dari hologram," paparnya. Selain ciri rokok illegal yang disampaikan dalam sosialiasi ini, juga menyampaikan sanksi bagi produsen dan pengedar rokok illegal.

Pada kesempatan itu juga dilakukan sidak kebeberapa kios penjual rokok untuk memastikan tak beredarnya rokok tak bercukai. Namun dari pengamatan pada dua kios rokok yang ada di Desa Galengdowo Kecamatan setempat tak ditemukan rokok illegal. (Kominfo/Hms)