Hasil Akhir Tes Penerimaan CPNS

  • Bagian Humas
  • Sabtu, 22 Nopember 2003

Pengumuman hasil akhir tes penerimaan CPNS diperkirakan bakal diumumkan hari ini. Pasalnya, verifikasi akhir terhadap 343 lembar hasil tes psikologi baru dapat dilakukan oleh Kepala Lembaga Psikologi TNI AL Surabaya Kol Bachtiar Susanto pukul 20.00 tadi malam. Praktis, rapat kordinasi penentuan akhir kelulusan oleh panitia baru dilakukan dini hari tadi. Direncanakan, pengumuman hasil akhir tes itu akan diumumkan melalui Radar Mojokerto edisi Minggu (23/11).
     
     "Jika hasil tes psikologi di Surabaya rampung dini hari, maka panitia akan melakukan rapat penentuan akhir sesaat sesudahnya," terang Ketua Panitia Penerimaan CPNS Drs H Ali Fikri usai pertemuan dengan Bupati Suyanto di rumah dinas pendapa pemkab yang berakhir pukul 15.30 sore kemarin. Turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 13.00 tersebut, Sekdakab Drs Soeharto MSi, serta Kepala BKD Drs Widjono Soeparno MSi.
     
     Ali Fikri memperkirakan, pengumuman hasil akhir tes paling cepat dilakukan panitia pada Sabtu siang ini. "Hari Sabtu bisa dilihat pengumumannya di pemkab atau di koran edisi hari Minggu," terang Ali Fikri.
     
     Menyangkut tes kesehatan, Ali Fikri menjelaskan, dari 343 peserta, dua peserta di antaranya terpaksa harus menjalani tes khusus untuk mendeteksi dugaan penyakit diabetes yang dideritanya. Sebab, saat tes kesehatan awal dengan menggunakan sampel darah dan urine, kedua peserta tersebut ditemukan indikasi kuat.
     
     "Tes kesehatan kali ini memang kurang mendetil. Sebab, saat pengangkatan menjadi PNS nanti, akan ada tes kesehatan yang lebih komprehensif."
     
     Sementara itu, hingga sore kemarin, verifikasi terhadap SK GTT bagi pelamar kategori pendidikan di sekolah-sekolah belum rampung. Alasannya, penelusuran terkendala aktivitas sekolah yang libur.
     
     "Jika ada SK GTT yang tak sesuai ketentuan kepegawaian bahwa persyaratan pengangkatan PNS yang berusia diatas 35 tahun harus memiliki masa pengabdian lima tahun di instansi pemerintah, kami akan menolaknya," pungkas dia.