Dari Raker Program KKBPK Kabupaten Jombang: Hilangkan Egosektoral Perkuat Sinergitas Program Untuk Mewujudkan SDM Berkualitas

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Kamis, 05 Juli 2018

Kabupaten Jombang telah menggelar  Rapat Kerja Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  2018 dalam rangka koordinasi pelaksanaan program di Ruang Bung Tomo, Pemkab Jombang Kamis ( 5/7/2018) pagi.

Acara yang rencananya dibuka oleh Plt. Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab tersebut diwakilkan kepada  Drs. Purwanto, MKP, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang. Sejumlah pejabat hadir mulai dari Forkopimda, para Asisten dan Staf Ahli, kepala  OPD  Lingkup Pemkab Jombang yang terkait, Camat Se-Kabupaten Jombang,  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang beserta Pengurus.   Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Jombang, Perwakilan Organisasi Profesi dan  Fasilitas Kesehatan Swasta, Jajaran DPPKB, Koordinator Penyuluh KB Dan Penyuluh KB Se-Kabupaten Jombang.

Tema Rapat Kerja Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Jombang Tahun 2018, “Dengan Program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Diperlukan Penguatan Integrasi Program Lintas Sektor Guna Mempercepat Terwujudnya Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas.”

Senen, SSos, MSi Kepala BPPKB Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa masalah Kependudukan yang dihadapi saat ini baik Aspek Pengendalian Penduduk, Kualitas Penduduk dan  penyebarannya merupakan tanggung jawab pemerintah termasuk semua elemen masyarakat Kabupaten Jombang. Oleh karenanya melalui Rakerda yang diikuti  186 peserta tersebut, adalah untuk melakukan evaluasi kinerja, target dan capaian program .

Untuk mendukung Nawacita Presiden Jokowi yaitu membangun Indonesia dari Pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan Desa, pada 12 Januari 2016 Presiden Jokowi Telah meresmikan Pembentukan Kampung KB.  Di Kabupaten Jombang telah ditetapkan Dusun Munggut, Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan. Untuk 21 Kecamatan juga sudah ditetapkan 1 Dusun Sebagai Kampung KB, sehingga Kabupaten Jombang telah mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai Kampung KB Terbaik.

Drs. Purwanto, MKP Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Setdakab Jombang dalam sambutannya menekankan bahwa program yang ditetapkan, dilaksanakan secara terpadu dan sinergi, dan berkesinambungan sehingga menjadi  satu kesatuan gerak dalam menanggulangi kondisi yang berkembang saat ini.  

Program Kesehatan Reproduksi Remaja  (KRR) perlu mendapat perhatian bersama, mengingat kasus-kasus yang terjadi saat ini terhadap remaja atau anak luar biasa dan cenderung meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini perlu dibentuk pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja (PIK-KRR) disetiap desa. Disinggung pula bahaya narkoba dan HIV Aids yang harus diketahui tanda-tandanya, pencegahannya juga penanggulangannya.

Program ketahanan dan pemberdayaan keluarga  dinilai sangat menentukan terwujudnya kemandirian dan keharmonisan keluarga serta meningkatkan kualitas keluarga dalam rangka menciptakan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Program ini terhimpun dalam kelompok  Tribina, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) Dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

“Keberhasilan program pembangunan sangat ditentukan oleh keberhasilan dibidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.  Demikian juga bidang-bidang pembangunan yang lain. Program ini sangat strategis, oleh karenanya Rakerda ini melibatkan Dinas Instansi Vertikal, swasta, organisasi profesi, koordinator dan penyuluh KB”, ungkap Purwanto

Menurutnya agar terjadi sinergitas program,  terpadu, berkelanjutan,  kepada seluruh lintas sector harus menghilangkan egosektoral. “Mari samakan persepsi, komitmen dan tekad kita untuk mendukung suksesnya pembangunan”, tandasnya.

Seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat kerjasama, saling gayung bersambut didalam bekerja, menjalankan program Pembangunan. “Kebersamaan penyuluh KB dan lintas sektor, baik Dinas Kesehatan, Pemerintahan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat harus kompak, terkoordinir dan terpadu didalam melaksanakan program Pengendalian Penduduk”, tandasnya.

Pembangunan Kampung KB yang berhasil meraih penghargaan di tingkat Jawa Timur harus terus dibina dan di evaluasi progresnya.  Kedepan kuantitas dan kualitas harus lebih ditingkatkan. Tidak hanya 21 Kecamatan, akan tetapi terbentuk di 1258 dusun. Upaya promosi alat kontrasepsi Keluarga Berencana,  mulai suntik, Pil, implant, IUD, kondom dan  MOP harus terus digerakkan.

Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Purwanto mewakili Plt Bupati kepada  jajaran PLKB di kabupaten  Jombang atas kinerjanya. Diharapkan tetap semangat menjalankan tugas dalam mencapai target yang diharapkan. (Humas/Kominfo)

#Dua Anak Cukup Bahagia Sejahtera Laki laki Perempuan jangan dibedakan

#Salam Genre... Salam

#Remaja Genre.. sehat, cerdas, ceria

#Genre Indonesia.. saatnya yang muda, yang berencana