BENCANA ALAM TANAH LONGSOR

  • Bagian Humas
  • Kamis, 05 Januari 2006


Pada hari Selasa tanggal 3 Januari 2006 pukul : 15.00 wib s/d 21.00 wib, telah terjadi hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngusikan dan mengakibatkan di beberapa Desa terendam air dan terjadi tanah longsor. Desa-desa di wilayah Kecamatan Ngusikan yang terendam air diantaranya Desa Sumbernongko, Desa Ketapangkuning, Desa Kedungbogo dan Desa Ngusikan, sedangkan tanah longsor terjadi di Desa Cupak Dusun Munggut. Desa Sumbernongko Dusun Mernung Kidul dan Dusun Kedungcaluk Desa Kedungbogo terendam air setinggi 30-40 cm akibat luapan sungai Marmoyo karena ketinggian air di Sungai Marmoyo mencapai 240 Viscal, hal itu menunjukkan dalam kategori banjir (membahayakan), data dari petugas penjaga pintu air Dam Mernung Sungai Marmoyo (P.Sali).
Luapan air yang terjadi di Desa Ketapangkuning Dusun Ketapangkuning terjadi dari luapan air desa-desa di wilayah Kecamatan Kudu, disamping banjir telah melanda pemukiman penduduk/tanah pekarangan, juga merendam beberapa hektar sawah yang sudah ditanami padi dan tebu diantaranya sawah Desa Keboan + 15 Ha, Desa Ketapangkuning + 10 Ha, Kedungbogo + 5 Ha, Sumbernongko + 20 Ha, dan Desa Ngusikan + 5 Ha berupa tanaman tebu.
Sedangkan bencana alam yang terjadi di Dusun Munggut Desa Cupak berupa tanah longsor (Top / Ambles) yang melanda jalan Munggut menuju ke Desa Katemas Kecamatan Kudu dengan panjang + 35 meter lebar 6 meter ambles ke bawah 1,5 – 2 meter.