Canangkan Musim Tanam 2017/2018, Bupati Jombang Berharap Tahun Depan Hasil Panen Meningkat

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Jumat, 06 Oktober 2017

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mencanangkan musim tanam 2017/2018  untuk mewujudkan petani sejahtera melalui pertanian berkelanjutan. Pencanangan tersebut digelar tepat di lahan percobaan perbenihan di Dusun Ponggok, Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kamis (5/10) yang dihadiri para petani dan para kelompok tani.

Pada kesempatan ini, Bupati Nyono Suharli W meminta kepada petani untuk berpikir lebih maju, sehingga akan lebih memungkinkan produksi pertanian dapat meningkat. “Hal ini akan membuka kesempatan bagi para petani untuk hidup lebih sejahtera,” kata Nyono.

Ia mengatakan, pencanangan musim tanam merupakan bentuk komunikasi antara Pemkab Jombang melalui dinas pertanian dengan petaninya. Untuk itu, Bupati Nyono berharap kepada petani agar selalu mengikuti segala prosedur yang dilakukan petugas petani lapang (PPL).

“Apa yang diarahkan oleh PPl tolong dipatuhi betul oleh petani. Meskipun selama ini petani punya metode tanam sendiri. Jika hal ini dilakukan maka tujuan dalam meningkatkan komoditas pertanian, terutama padi akan bisa dilampaui,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Hadi Purwantoro menjelaskan, tujuan dilaksanakan acara ini untuk menyamakan persepsi untuk mencapai sasaran produksi tahun 2017/2018. Serta sebagai media komunikasi antara stakeholder dalam rangka mensukseskan pembangunan program pertanian di Kabupaten Jombang.

Hadi membeberkan, pada tahun 2016, sejumlah komoditi berhasil melampaui target yang dicanangkan. Diantaranya adalah padi, jagung, tebu dan tembakau.

“namun, Dari data di atas, hanya komoditi kedelalai yang belum berhasil mengalami peningkatan luas tanam. Untuk itu di musim tanam tahun depan, kami lebih giat agar luas tanam untuk komoditi kedelai bisa mencapai target,” ujarnya.

Hadi menandaskan, untuk meningkatkan target merupakan suatu tantangan tersendiri. Hal itu dipengaruhi semaikin terbatasnya luas lahan serta penggunaan lahan untuk komoditas pangan yang lain. “Kami tetap optimis. Saya yakin para petani di Jombang mampu untuk mewujudkannya. Sebab, selama ini pemerintah telah mendukung dengan diberikannya mekanisasi dan sarana alsintan,” tandas Hadi.

Selain upaya di atas, di samping mempersiapkan luas tanam, pihaknya juga berupaya agar hasil produksi juga meningkat. Salah satu cara yang dilakukan yakni penyediaan pupuk sesuai dengan kebutuhan petani.

“Dengan adanya sistem pendistribusian pupuk yang baru tentu akan banyak dinamika di lapangan. Kami menghimbauk kepada kelompok tani, distributor dan kios untuk meningkatkan koordinasi. Hal ini penting dilakukan agar kebutuhan pupuk di setiap petani dapat terpenuhi,” pintanya.  

Ia melanjutkan, upaya ini merupakan program dari pemerintah pusat dalam menargetkan tercapainya swasembada padi, jagung, dan kedelai pada tahun 2018. “Karena itu, kita yang ada di daerah terus terus berusaha memaksimalkan luas tanam, utamanya pada 3 jenis komditi pertanian, padi, jagung, dan kedelai,” kata Hadi.

Pada kesempatan ini Bupati Nyono juga menyerahkan penghargaan kepada Gapoktan yang menjadi pemenang lomba dalam rangka peningkatan kemampuan lembaga petani yang diadakan oleh Dinas Pertanian Jombang.(Kominfo)