TOSS TB Day 2017 Bersama Bunda Peduli TB Kabupaten Jombang

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Senin, 24 April 2017

 (TOSS TB (Tubercolusis)

Pengobatan Gratis, Pembagian Sembako, Pojok TB mewarnai peringatan TB Day 2017 di Kabupaten Jombang. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan tersebut dipusatkan di Balai Desa Turi Pinggir, Megaluh pada Sabtu (22/4/2017).

Ir. Hj. Tjaturina Yuliastuti Wihandoko, MM Bunda Peduli TB,  hadir bersama pengurus pokja 2, TP PKK Kabupaten Jombang, Ketua Forum Istri Dewan, Endang Triono serta anggota DPRD.  Program ini sekaligus menjadi puncak rangkaian program kepedulian TB yang telah dilakukan oleh organisasi perempuan yang berada di di bawah naungan Muhammaddiyah tersebut. Tidak hanya itu Aisyiyah juga meluncurkan beberapa program terkait kepedulian terduga TB. Diantaranya, program ketuk pintu untuk sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan, skrining terduga pasien TB, hingga pendampingan minum obat bagi pasein TB.

Bagi yang terduga, akan diantarkan untuk menjalani pengobatan di puskesmas terdekat. Selanjutnya, ia akan terus mendampingi pasien terduga TB selama menjalani proses perawatan. "Pasien TB tak bisa sembuh cepat. Sehingga, kami akan membantu proses perawatan hingga pasien sembuh. Kami memiliki kader yang memastikan bakhwa pasein TB telah meminum obatnya, yakni kader PMO (Pengawas Minum Obat)," tutur Amri Ketua PD Aisyiyah.

Dalam sambutannya Tjaturina Wihandoko, Bunda Peduli TB Kabupaten Jombang berharap agar masyarakat Jombang  peduli gerakan TOSS TB (Temukan TB Obati Sampai Sembuh). Yang terpenting adalah melakukan pencegahan dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga Indonesia Bebas TB. “Peran keluarga pada gerakan ini sangat penting, karena semangat dan kepatuhan pasien untuk minum dan menelan obat ditentukan oleh dukungan keluarga. Saya berharap dengan upaya kerja keras para kader dan kerja nyata semua pihak, Insyaallah kabupaten Jombang  segera bebas TB”, tandasnya
Program TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan sejak April 2016 diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk turut serta menemukan kasus-kasus TB baru yang ada di lingkungan sekitar dan memantau pengobatannya hingga tuntas.(Wati_Kominfo)