Home » Artikel dan Berita » Warta Jombang

Audiensi Bersama Bupati Jombang Dan Pelantikan Pengurus Garda Mencegah Dan Mengobati Narkoba Kabupaten Jombang

Audiensi Bersama Bupati Jombang Dan Pelantikan Pengurus Garda Mencegah Dan Mengobati Narkoba Kabupaten Jombang

Pembina GMDM Pusat,  Prof. KPH. RM. Surya Atmanto (Ketua Umum Nawacita Indonesia),  Irjen Pol. Arman Depari (Deputi Bidang Penindakan BNN RI), Jefri Tambayong (Sekjend GMDM Pusat) beserta jajarannya. Para pembina GMDM Provinsi Jawa Timur,  Brigjen Pol. Bambang Budi Santoso, Ketua GMDM Jatim Agus Triwiyono (Kepala BPIP Jawa Timur), Forkopimda Kabupaten Jombang, para tokoh masyarakat dan organisasi perempuan peduli pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba beraudiensi dengan Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab,  yang diwakili oleh Sumrambah Wakil Bupati Jombang yang sekaligus pada saat yang sama menyaksikan pelantikan  pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten GMDM (Garda Mencegah Dan Mengobati) Narkoba  se Jawa Timur. Yaitu GMDM kabupaten Jombang, Gresik, Madiun, Sidoarjo, Malang dan Kota Malang untuk periode 2019-2024 di Pendopo Pemkab Kabupaten Jombang (8/2/2019) sore.

Suasana hujan sore itu mengiringi jalannya prosesi pelantikan yang dipimpin  oleh Sekretaris Jenderal GMDM pusat Fernando Sihombing SH dan di dampingi oleh pembina GMDM pusat Irjen. Pol. Armand Depari.

Mereka yang dilantik menyatakan Sumpah Jabatan yang isinya bahwa seluruh pegurus akan melaksanakan  tugas yang diamanahkan dengan penuh tanggung jawab sesuai AD/ART serta visi misi Bakornas GMDM Narkoba.

Dalam audiensi tersebut di sampaikan bahwa saat ini Indonesia dalam keadaan darurat narkoba, oleh karena itu seluruh pihak diharapkan ikut bergerak memberantas pengedar narkoba dan ikut aktif melakukan sosialisasinya bahaya narkoba secara bersama-sama dengan seluruh pengurus GMDM yang baru dilantik.


Tampak sejumlah Kepala OPD  terkait, Kepala Kejaksaan negeri Jombang, Camat dan Ketua, Sekretaris dan Bendahara GMDM 7 daerah yang dilantik, juga Widjono Soeparno,  Suharto dan KH. Mustain Hasan sebagai Pembina GMDM Jombang.

Wakil Bupati Jombang Sumrambah, dalam sambutannya mewakili Bupati Jombang mengatakan, narkoba merupakan musuh bangsa untuk itu harus di cegah dan diperangi, karena kalau tidak diperangi akan merusak generasi bangsa. Dengan adanya Garda Mencegah dan Mengobati Narkoba ini, maka GMDM bisa membantu pemerintah dan aparat penegak hukum dalam hal sosialisasi dan pencegahan serta mengobati penggunaan narkoba.

Suatu kehormatan menurut Sumrambah Wakil Bupati Jombang, Jombang menajdi tempat  pelantikan pengurus Lembaga gerakan pemberantasan dan pencegahan narkoba di Provinsi Jawa Timur. Hal ini mengingat masalah narkoba merupakan masalah yang luar biasa, bukan hanya di kabupaten Jombang akan tetapi di seluruh Indonesia bahkan Dunia.

Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jombang merasa begitu prihatin dengan angka pemakai narkoba termasuk sangat tinggi, untuk itu ini menjadi Pekerjaan Rumah bersama. Permasalahan narkoba bukan hanya permasalahan sepele, bukan sekedar masalah pemakai atau tidak, atau sekedar perdagangan,” ujarnya.

Dipaparkan  Sumrambah, sejarah mencatat prosesi penghancuran moral pemuda yang terjadi di luar negeri saat ini juga telah terjadi diIndonesia. Banyak yang beranggapan kasus narkoba merupakan kasus individu, akan tetapi kalau dilihat secara kilas balik, Indonesia merupakan negara yang luar biasa, gemah ripah lohjinawi  kekayaan alamnya  melimpah ruah, suatu hamparan yang dalam kitab kuno 1.500 tahun lalu yang ditulis diIndia mengatakan bahwa Indonesia adalah belahan, potongan dari surga yang artinya semua negara iri dengan Indonesia, kekuasaan kapital manapun ingin menguasai Indonesia, tetapi kekerabatan, kebersamaan, ikatan antara satu dengan lainnya dan rasa nasionalismenya luar biasa, ini merupakan ikatan molekul atom yang begitu kuat yang sulit ditembus oleh intervensi kekuasaan asing, satu-satunya cara untuk menghancurkan Indonesia adalah dengan merusak akal sehat warga Indonesia terutama generasi muda yang menjadi penerus bangsa, jadi ini bukan permasalahan perdagangan, ini adalah permasalahan tentang penguasaan negara dengan negara, tentang penguasaan kapital sebuah bangsa”, tandasnya.

“Oleh sebab itu, mulai hari ini ada semangat baru, kekuatan baru yang begitu heroik untuk melawan narkoba yang tentunya ini merupakan lawan bangsa dan negara. Hari ini kita mulai dari apa yang kita bisa, mari kita selamatkan keluarga kita , tetangga kita selamatkan, lingkungan kita. Dengan cara seperti ini kalau satu orang melakukan  dan seterusnya hingga semua melakukan, saya yakin permasalahan narkoba dengan cepat di Indonesia dapat diatasi bersama,” tuturnya optimis yang disambut dengan tepuk tangan seluruh undangan.

Sedangkan Ketua GMDM Jawa Timur Agus Riyono menyampaikan, kepada semua pengurus daerah GMDM yang sudah dilantik harus bertekad bulat untuk perangi narkoba, hanya satu kata PERANGI NARKOBA, tegasnya.

Sekretaris Jenderal GMDM Fernando Sihombing mengatakan, GMDM mempunyai tugas untuk membantu pemerintah dan aparat penegak hukum dalam hal memerangi narkoba, pergaulan sex bebas, premanisme dan aborsi yang sering terjadi dimasyarakat Indonesia. Kepada semua pengurus yang sudah di lantik harus benar benar menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang benar dan bisa mengedukasi masyarakat, tuturnya.

KPH RM. Suryo Atmanto Ketua Umum Sinergi Nawacita mengatakan, program GMDM selaras dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo, sehingga diharapkan  dilapangan para pengurus GMDM dan anggota harus berperan aktif membantu Pemerintah Daerah masing-masing.

Irjen. Pol. Armand Depari menegaskan bahwa  GMDM ini tugasnya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya nya narkoba, jadi mensosialisasikan dan mengingatkan, GMDM tidak boleh menangkap orang yang menggunakan narkoba soalnya itu tugasnya polisi, tegas Deputi penindakan BNN ini. Untuk Kabupaten Jombang, Ketua Garda Mencegah dan Mengobati Narkoba diamanahkan kepada Ali Arifin.


Ketua Dewan Pusat GMDM Arman Depari mengapresiasi positif  tokok-tokoh masyarakat Jombang sangat luar biasa mendukung untuk membentuk GMDM di Kabupaten  Jombang yang siap membentengi generasi anak anak muda, masyarakat  dan semua unsur  terhadap bahaya Narkoba,” tuturnya.

Menurut data dari kepolisian kasus penyalahgunaan narkoba di kabupaten Jombang masih cukup tinggi dan pelakunya sebagian besar adalah usia remaja. Dengan adanya arus globalisasi dan canggihnya teknologi, peredaran dan penyalahgunaan narkoba sangat pesat, tidak hanya di perkotaan namun sudah masuk di wilayah pedesaan. (Humas Protokol)